Selasa, 30 Juli 2013

to habib munzir al muswwa

- Kau mengenalkan aku tentang cinta sejati kepada Allah dan Rasulnya… Kau membuat aku meneteskan air mata tulus akan rindu kepada Allah… Kau menyadarkanku bawa begitu besar kerinduan Allah apabila ku merindukannya… Kau yang menyeru kepadaku agar tidak putus asa atas begitu banyak dosa yang telah kuperbuat.. Dan kau pula yang menyakinkan ku bahwa cinta Nabi Muhammad SAW abadi melebihi cinta mahluk manapun didunia ini.. dan cinta Allah jauh lebih dalam kepada umat Sayidina Muhammad SAW… kau katakan padaku “beruntung kau diputuskan hubungan oleh kekasihmu, bagaimana jika Allah yang memutuskan hubungannya padamu?????????” bergetar jiwa ini yya Habibana… ucapan itu ringan namun mampu menembus lubuk hatiku yang paling dalam, dan meluluhkannya dengan nama Allah, dan tak sanggup lagi kutahan air mata ini mendengar seandainya Allah memutuskan hubungannya kepadaku… Demi Allah kau menghidupkan hatiku yang mati sebab perbuatanku, kau ajari aku bagaimana mencintai Nabi Muhammad SAW yang wajahnya menjadi harapanku di hari manusia dihujani pertanyaan… Tak kau hiraukan kesehatanmu demi tersenyumnya Sayidina Muhammad Rasulullah, itulah hal termulia yang pernah kulihat langsung dari mataku yang hina ini,sehingga mengalirlah air mata kerinduan kepada sang Nabi SAW… Telah kuingat kembali sumpah setiaku kepada Tuhanku “Laa Ilaha Ilallah Muhammad Rasulullah” yang sebelum mengenalmu sering ku hianati, dan kau katakan inilah keindahan jiwa yang berhubungan dengan Sang Maha berlemah lembut dan Maha merubah keadaan manusia dari buruk menjadi baik , dari baik menjadi semakin baik , Yang Maha membolak balikkan sanubari yang ada disekitarmu , dari yang membenci menjadi mencintai atau sebaliknya , dari yang tidak menolong menjadi menolong atau sebaliknya , semua ruh dan perasaan di dalam satu genggaman Ilahiah Rabbul ‘alamin Allah SWT. Lalu kau sampaikan sebuah hadist Qudsi yang bagi orang beriman apabila mendengar hadist ini pasti goncang dan tergetar jiwanya “Wahai Daud : Seandainya orang-orang yg berpaling dari-Ku mengetahui kerinduan-Ku atas kembalinya mereka, dan cinta-Ku akan taubatnya mereka, dan besarnya sambutanku atas kembalinya mereka pada keridhoan Ku, niscaya mereka akan terbang karena rindunya mereka kepada-Ku. Wahai Daud, demikianlah cinta -Ku kepada orang-orang yg berpaling dari Ku (jika mereka ingin kembali), maka bagaimanakah cinta-Ku kepada orang-orang yg datang (mencintai dan menjawab cinta Allah ) kepada-Ku?? Yya habibana Munzir ,bangunlah ,bimbing kami kembali,kami tidak bisa melihatmu terus-terusan terbaring lemah seperti ini ,kami menunggu mu disini,ditaman surga Sayyidina Muhammad ,di Majelis Sayyidina Muhammad, Wahai robbi ,angkatlah penyakit beliau ,apakah engkau senang bila melihat mahluk yang sangat mencintaimu terbaring lemah seperti ini ,angkatlah penyakitnya,sehatkan ia kembali ,agar barat dan timur terus berkibar dengan panji-panji Sayyidina Muhammad,agar beliau bisa membawa manusia-manusia kembali kejalanmu ,ke jalan Sayyidina Muhammad. Semoga Rahmat Allah dan keberkahannya senantiasa menyertai harimu wahai guruku, dan ridho Allah serta ridho Nabi Muhammad SAW selalu padamu dimanapun kau berada. Salam rinduku dari pengagummu yang lemah & berlumur dosa ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar