![]() |
| Add caption |
Majelis Ahbaabun Nabi ''2''
Selasa, 17 September 2013
Kamis, 29 Agustus 2013
TAUBATNYA JIN WANITA BERKAT FOTO-FOTO ULAMA

TAUBATNYA JIN WANITA BERKAT FOTO-FOTO ULAMA
Kisah ini diceritakan oleh salah satu jamaah Majelis Rasulullah Saw. (MR). Bahwa ada salah seorang jamaah yang saudara wanitanya kemasukan jin pada hari Senin malam. Jin itu bersikuat tidak mau pergi.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengusir jin itu dari diri si wanita. Namun tak ada satu pun yang berhasil mengeluarkan jin itu dari diri saudara wanitanya. Salah seorang jamaah Majelis Rasulullah lainnya menawarkan agar saudara wanita itu dibawa ke rumahnya besok pagi untuk dilakukan upaya pengusiran jin dengan melakukan pembacaan ratib, maulid dan dzikir bersama teman-teman Majelis Rasulullah Saw. lainnya.
Keesokan harinya, sekitar pukul 10.00 pagi, setelah jamaah MR dan saudari wanitanya tiba di rumah salah seorang sahabat, wanita itu tidak mau masuk ke dalam karena ternyata di ruangan itu terdapat foto-foto ‘arif billah diantaranya, al-Habib Ali bin Husein Alattas (Habib Ali Bungur ) sertaal-Habib Umar bin Hafidz.
Setelah dipaksa untuk masuk dan menuju lantai atas, tiba-tiba wanita itu berteriak kepanasan ketika melihat foto al-Habib Ali bin Husein Alattas. Wanita itu memalingkan wajahnya dari foto sang Habib.
Salah seorang jamaah segera melantunkan qashidah Syaikh Abubakar bin Salim. Spontan wanita itu mengamuk dan berteriak-teriak: “Panas… panas… panas...” Terlihat wajah wanita itu memerah seperti terbakar dan ia segera berdiri hendak keluar meninggalkan ruangan. Namun di depan pintu keluar terpajang foto guru mulia al-Habib Umar bin Hafidz.
Tiba-tiba si wanita yang telah kesurupan ini melakukan gerakan menendang pintu padahal pintunya masih jauh. Salah seorang jamaah yang bisa melihat jin, melihat kaki si jin jahat tersebut buntung dan wajahnya yang sebelah depan hangus terbakar, semakin tak karu-karuan.
Akhirnya seorang jamaah memaksa si wanita untuk duduk saja. “Kenapa Anda tidak mau keluar dari tubuh si wanita ini?” tanya seorang sahabat.
“Aku takut dibunuh!” kata si wanita.
“Oleh siapa?” tanya sahabat.
“Raja jin jahat yang selalu mengejar-ngejar saya.” kata si wanita.
“Masuklah Islam agar kau selamat. Ucapkanlah Asyhadu an lailaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah.”
Alhamdulillah si jin yang telah merasuki wanita itu mau mengucapkan dua kalimat syahadat. Namun tiba-tiba jin lelaki jahat yang ingin membunuhnya mendekati, lalu sahabat MR berkata: “Ucapkan dan ikuti.”
Lalu sahabat dan teman-teman yang hadir membaca Ayat Kursiy untuk mengusir jin lelaki jahat yang ingin membunuhnya itu.
Rupanya, setelah jin yang merasuki wanita itu masuk Islam, ia kini bisa melihat foto al-Habib Ali Bungur dan al-Habib Umar bin Hafidz. Tanpa merasa kepanasan lagi dan begitupun si wanita itu kini bisa melihat poster-poster yang ada di ruangan tersebut, ia bisa melihatnya dan tidak takut kepanasan dan terbakar lagi.
Namun ketika ia melihat poster foto al-Habib Ali Bungur ia berkata: “Di foto tersebut di belakang al-Habib Ali di luar jendela ada banyak jin-jin Muslim yang ikut berebutan ingin dekat dan melihat al-Habib Ali.”
Subhanallah... hamba memang melihat foto al-Habib Ali Bungur namun di foto tersebut secara kasat mata tidak tampak adanya jin-jin di belakang jendela, hanya jeruji jendela. Namun rupanya jin yang memang sebangsanya bisa melihatnya.
Penasaran dengan ucapan si wanita, maka sahabat MR mengambil foto Habibana Mundzir bin Fuad al-Musawa, lalu ia sodorkan kepada si wanita yang kesurupan jin itu. Setelah melihat foto Habibana Mundzir bin Fuad al-Musawa, wanita yang kesurupan itu berkata: “Nahhh... ini dia orangnya yang menyebabkan saya terpental ke Pasar Minggu. Ini nih pimpinan Majelis Rasulullah di Masjid Almunawar Pancoran.”
Sahabat MR bertanya: “Memang bagaimana ceritanya?”
Lalu si wanita yang masih kesurupan jin yang telah masuk Islam itu bercerita: “Dahulu rumah saya di Pancoran di pohon yang itu. Lalu suatu ketika saya sedang asyik- asyiknya santai tiba-tiba ada seberkas sinar yang terang. Lalu saya terpental jauh. Saya mau pulang tapi tidak tahu jalan. Akhirnya saya tersesat di Pasar Minggu, lalu saya masuk ke dalam tubuh wanita ini.”
Memang benar, rumah wanita yang kesurupan itu di Pasar Minggu. Sahabat MR berkata: “Sekarang engkau telah Islam, jin lelaki jahat yang mengejarmu untuk membunuhmu telah menghilang. Sekarang ini di Mampang, Masjid Almunawar Pancoran dekat dari sini. Sekarang keluarlah dari tubuh wanita ini”, sambil ia menunjukkan arah ke Masjid Almunawar Pancoran.
Maka keluarlah jin yang telah masuk Islam ini dari tubuh si wanita. Salah seorang sahabat MR yang Allah beri kemampuan melihat jin, berkata: “Jin yang tadi merasuki wanita itu adalah sosok jin wanita yang baunya sangat busuk dengan muka yang sudah sangat hangus terbakar, kulit terbakar, kakinya buntung sebelah akibat menendang Guru Mulia al-Habib Umar bin Hafidz.”
Semoga kisah ini bisa memberi hikmah dan manfaat kepada kita, serta dapat meningkatkan rasa hormat dan sayang kita kepada para guru-guru mulia. Aamiin.
Senin, 26 Agustus 2013
BEGINILAH AKHLAK NABI, KETIKA DIDZALIMI DIBALAS DENGAN MENYAYANGI
“Kisah Teladan Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi Kwitang”
Dahulu di masa al-Habib Ali al-Habsyi Kwitang masih hidup, ada
seseorang yang sangat membencinya dan orang itu tinggal di Kwitang.
Kelakuan orang itu terhadap al-Habib Ali al-Habsyi sunggah tidak
terpuji. Bila lewat di hadapannya dengan sengaja meludah di depan
al-Habib Ali al-Habsyi, sampai-sampai membuat marah para murid al-Habib
Ali al-Habsyi.
Hingga suatu
saat, al-Habib Ali al-Habsyi memberikan jatah sembako berupa beras
kepada orang itu. Dengan memanggil muridnya, al-Habib Ali al-Habsyi
memerintahkan agar beras itu diberikan kepada orang itu. Hal ini membuat
bertanya-tanya sang murid. Namun belum sempat ditanyakan, al-Habib Ali
al-Habsyi berkata: “Berikan ini, tapi jangan bilang dari saya. Bilang
saja dari kamu.”
Lebih dari 2 tahun orang itu menikmati jatah
sembako yang diberikan al-Habib Ali al-Habsyi kepadanya melalui
perantaraan sang murid. Sampai pada saatnya al-Habib Ali al-Habsyi
berpulang ke rahmatullah, maka berhentilah kiriman jatah sembako kepada
orang itu.
Orang itu pun bertanya kepada murid al-Habib Ali
al-Habsyi yang biasa mengirimkan sembako kepadanya: “Engkau yang biasa
mengirimiku beras kenapa berhenti? Apa masih ada?”
Murid
al-Habib Ali al-Habsyi itu menjawab: “Perlu kamu ketahui, semua yang aku
kirimkan kepadamu itu sesungguhnya bukan dariku melainkan dari guruku
al-Habib Ali al-Habsyi yang dulu sering kau ludahi. Andai saja guruku
tidak menahanku mungkin kamu sudah kubikin babak belur!”
Mendengar jawaban murid al-Habib Ali al-Habsyi membuat orang tersebut
menangis menyesali perbuatannya selama ini. Dan atas kejadian itu, orang
tersebut jadi rajin menghadiri majelisnya al-Habib Ali al-Habsyi di
Kwitang.
Pada waktu sang cucu yang menggantikan kakeknya di
dalam memimpin majelis taklim al-Maghfurlah al-Habib Ali al-Habsyi,
beliau didatangi oleh seseorang yang sudah lanjut usianya dengan badan
yang tergopoh-gopoh. Orang itu mendekati cucu al-Habib Ali al-Habsyi itu
sambil menangis seraya berkata: “Ya Habib, saya ini bila melihat engkau
jadi teringat dengan kakekmu. Yang dulunya sering saya ludahi, ya
Habib.”
Orang itu menuntaskan ceritanya sambil menangis menyesali diri atas perbuatannya kala itu.
(Keterangan foto: Yang sedang naik becak adalah al-Habib Ali bin
Abdurrahman al-Habsyi Kwitang dan al-Habib Ali bin Husein Alattas
Bungur)
sukron katsiron ...........
Senin, 19 Agustus 2013
maulid simtudduror v.java
assalamulaikum
sohabat pecinta maulid simtuddoror kali ini ane mau posting bagi ilmu buat ente" ,,ini bacaan maulid simtudduror buat hp java,,yang mau dwonload ane kasih link nya ni
sohabat pecinta maulid simtuddoror kali ini ane mau posting bagi ilmu buat ente" ,,ini bacaan maulid simtudduror buat hp java,,yang mau dwonload ane kasih link nya ni
Link Download:
sekian dulu semoga bermanpaat .
Selasa, 30 Juli 2013
to habib munzir al muswwa
- Kau mengenalkan aku tentang cinta sejati kepada Allah dan Rasulnya…
Kau membuat aku meneteskan air mata tulus akan rindu kepada Allah…
Kau menyadarkanku bawa begitu besar kerinduan Allah apabila ku merindukannya…
Kau yang menyeru kepadaku agar tidak putus asa atas begitu banyak dosa yang telah kuperbuat..
Dan kau pula yang menyakinkan ku bahwa cinta Nabi Muhammad SAW abadi melebihi cinta mahluk manapun didunia ini.. dan cinta Allah jauh lebih dalam kepada umat Sayidina Muhammad SAW…
kau katakan padaku “beruntung kau diputuskan hubungan oleh kekasihmu, bagaimana jika Allah yang memutuskan hubungannya padamu?????????”
bergetar jiwa ini yya Habibana… ucapan itu ringan namun mampu menembus lubuk hatiku yang paling dalam,
dan meluluhkannya dengan nama Allah, dan tak sanggup lagi kutahan air mata ini mendengar seandainya Allah memutuskan hubungannya kepadaku…
Demi Allah kau menghidupkan hatiku yang mati sebab perbuatanku,
kau ajari aku bagaimana mencintai Nabi Muhammad SAW yang wajahnya menjadi harapanku di hari manusia dihujani pertanyaan…
Tak kau hiraukan kesehatanmu demi tersenyumnya Sayidina Muhammad Rasulullah,
itulah hal termulia yang pernah kulihat langsung dari mataku yang hina ini,sehingga mengalirlah air mata kerinduan kepada sang Nabi SAW…
Telah kuingat kembali sumpah setiaku kepada Tuhanku “Laa Ilaha Ilallah Muhammad Rasulullah” yang sebelum mengenalmu sering ku hianati, dan kau katakan inilah keindahan jiwa yang berhubungan dengan Sang Maha berlemah lembut dan Maha merubah keadaan manusia dari buruk menjadi baik , dari baik menjadi semakin baik , Yang Maha membolak balikkan sanubari yang ada disekitarmu , dari yang membenci menjadi mencintai atau sebaliknya , dari yang tidak menolong menjadi menolong atau sebaliknya , semua ruh dan perasaan di dalam satu genggaman Ilahiah Rabbul ‘alamin Allah SWT.
Lalu kau sampaikan sebuah hadist Qudsi yang bagi orang beriman apabila mendengar hadist ini pasti goncang dan tergetar jiwanya “Wahai Daud : Seandainya orang-orang yg berpaling dari-Ku mengetahui kerinduan-Ku atas kembalinya mereka, dan cinta-Ku akan taubatnya mereka, dan besarnya sambutanku atas kembalinya mereka pada keridhoan Ku, niscaya mereka akan terbang karena rindunya mereka kepada-Ku. Wahai Daud, demikianlah cinta -Ku kepada orang-orang yg berpaling dari Ku (jika mereka ingin kembali), maka bagaimanakah cinta-Ku kepada orang-orang yg datang (mencintai dan menjawab cinta Allah ) kepada-Ku??
Yya habibana Munzir ,bangunlah ,bimbing kami kembali,kami tidak bisa melihatmu terus-terusan terbaring lemah seperti ini ,kami menunggu mu disini,ditaman surga Sayyidina Muhammad ,di Majelis Sayyidina Muhammad,
Wahai robbi ,angkatlah penyakit beliau ,apakah engkau senang bila melihat mahluk yang sangat mencintaimu terbaring lemah seperti ini ,angkatlah penyakitnya,sehatkan ia kembali ,agar barat dan timur terus berkibar dengan panji-panji Sayyidina Muhammad,agar beliau bisa membawa manusia-manusia kembali kejalanmu ,ke jalan Sayyidina Muhammad.
Semoga Rahmat Allah dan keberkahannya senantiasa menyertai harimu wahai guruku, dan ridho Allah serta ridho Nabi Muhammad SAW selalu padamu dimanapun kau berada.
Salam rinduku dari pengagummu yang lemah & berlumur dosa ini..
Rabu, 24 Juli 2013
doa habib ali bin muhammad al-habsyi
assalamualaikum wr.wb ,,pada postingan pertama saya ,,ane akan berbagi doa dulu dari guru kita al habib ali bin muhammad bin husein al-habsyi (sohibul simtudduror)
alhamdulillah semoga bermanpaat.
alhamdulillah semoga bermanpaat.
Langganan:
Postingan (Atom)

